var id = "b1d45f1cd203850c2ec7f8076c928760b39d1393"; class="post-template-default single single-post postid-43 single-format-standard no-slider content-r" layout='2'>

Generali indonesia

Namun lumayan beda, saya memilih utk berinvestasi di RD rekan uang dibanding tabungan. Krn RD ini sangat nista risiko dan selalu menyampaikan return diatas bunga deposito. Jelas ini lebih mujur dibanding tabungan rencana yang memberikan bunga hanya 1% di atas bunga uang biasa, ditambah lagi dengan potongan pajak. Pertama, krn investasi saya adlh utk jangka panjang dimana scara historis produk RD ini mampu memberikan rata2 return pertahun di atas 25% sejak tahun 1997, pdhl terdapat 2 periode krisis yg parah dlm rentang wkt tsb.

Hal ini dilakukan agar tidak berhenti di rerata jalan dengan alasan tetap memiliki gaji kecil sementara manfaat tidaklah dirasakan. Industri asuransi kesehatan pada biasanya memiliki sebuah peraturan tentang masa tunggu penyakit.

Kedua, krn keterbatasan kemampuan dana dlm investasi bulanan, maka cuma RD saham yg mampu memberikan return sesuai dgn proyeksi kebutuhan dana hamba di masa depan dengan investasi rutin yg terkabul buat saya. Meski demikian, agar rencana asuransi arwah semaksimal mungkin, maka mesti memiliki tujuan memiliki asuransi.

Terakhir, hal risiko orang tua meninggal, bisa dibaca di tulisan lain ttg asuransi dalam blog saya. Intinya, dengan perencanaan asuransi jiwa orang2 tua yg tepat oleh sebab itu hal ini bukan taktik yg perlu ditakutkan. Jadi gini mas, umumnya asuransi kesehatan bisa digunakan utk mengcover anak-anak sejak usia 6 bulan. Saran aku Mas mendingan pindah bank deh, atau at least pindah cabang aja. Penuh kok personal banker yg pinter, baik dan ngga cuma berorientasi mengejar keuntungan dari jualan produk sebanyak2nya. Namun utk kebutuhan jk pendek, saya setuju dgn anda utk tidak menggunakan RD saham.

Tapi dengan jelas di asji asli saya, periode asuransinya sudah ditentukan dalam tahun dengan premi yang sedikit naik setiap 5 atau 6 tahun. Namun seperti pula di unitlink, porsi pemodalan di reksadana saya pula biar sudah bisa disesuikan secara kebutuhan saat itu. Hamba lagi bingung untuk menelaah asuransi, niatnya ingin memutus asuransi dan investasi. Tetapi ada kelemahan ya sepertinya, kalo seandainya pencari rezeki tidak meninggal, melainkan perih kritis, bagaimana dengan perencanaan dana pendidikan anak akur, sedangkan kalo di asuransi khan otomatis dibayarkan sama pihak asuransi? Inti dibanding tulisan saya diatas ialah perbandingan antara ilustrasi yang disediakan oleh penjual produk dgn simulasi sendiri dgn menggunakan asumsi return yang sama persis dgn replikasi. Dengan demikian maka level return actual akan sejalan dgn kondisi pasar modal secara umum.

Lalu terus terang saya pula sudah lama tidak menyidik perkembangan asuransi. Tidak tau juga bagaimana skema setoran di asuransi jiwa tahir saat ini.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>